Indonesian Business News from Sulawesi-Kalimantan-Maluku-Papua

Rabu, 11 Mei 2016

Lelaki Tua yang Merindukan Bintang

Lelaki Tua yang Merindukan Bintang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Ya, tapi entah kenapa untuk itu, Tuhan harus meminta tumbal!”
“Tumbal?”

—

Malam mengalun.
Lampu pijar menerang susah payah sebuah teras rumah sederhana. Pada sebuah amben reyot seorang lelaki tua dan perempuan tua duduk.

“Ceritakan padaku, apa yang kau lihat?” kata lelaki tua. Perempuan tua tua yang duduk di sampingnya memilin ujung baju abadinya, kebaya usang berwarna pudar.
“Tak ada,” kata perempuan tua. “Gelap saja.”
“Tak ada? Bulan tak ada? Bintang?” lelaki tua merasa tak yakin dengan jawaban yang ia dengar.
“Mestinya ada. Tapi mendung sekarang ini, langit gelap sekali.”
Lelaki tua terbatuk-batuk beberapa lama. Perempuan tua mengangsurkan padanya gelas berisi air teh pahit.

“Aku masih ingat,” lelaki tua kembali berkata-kata di antara sisa-sisa batuknya baru saja. “Dulu aku selalu melihat bintang sampai jauh malam. Bintang adalah makan malam. Tidak benar-benar mengusir rasa lapar, tapi bisa membuat aku melupakan rasa lapar.”
“Kau tadi mengunyah
... baca selengkapnya di Lelaki Tua yang Merindukan Bintang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Tulisan yang Menggugah

Tulisan yang Menggugah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika saya menghadiri acara talkshow yang diadakan oleh salah satu perusahaan network marketing terkemuka di Indonesia, saya mendapat pengalaman yang sangat berharga. Yaitu, jika kita hendak membuat orang-orang larut dalam percakapan kita, hendaknya kita harus larut terlebih dahulu. Jika kita hanya setengah-setengah atau tidak begitu memperhatikan apa yang kita bicarakan, maka orang-orang yang mendengar pun tidak begitu memperhatikan juga. Demikian juga dengan menulis, jika kita tidak sungguh-sungguh dengan apa yang kita tulis, maka energi makna yang terkandung di dalamnya tidak akan menghipnotis pembacanya.

Jika kita ingin membuat orang-orang yang mendengar itu mencucurkan airmata atau menangis, hendaknya kita harus bersedih atau cenderung untuk mencucurkan air mata. Ketika saya membacakan puisi –dalam acara tersebut- yang menemani saya ketika berada di Hong Kong sebagai pembantu rumah tangga, saya membaca dengan nada yang begitu menyayat hati sehingga saya sendiri menangis. Ini bukan sebuah rekayasa. Ini murni dari hati. Maka saya menjumpai orang-orang yang mendengarkan ikut menangis, bahkan yang mewawancarai saya dalam talkshow tersebut pu
... baca selengkapnya di Tulisan yang Menggugah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 05 Mei 2016

Kotak Cinta Untuk Ibu

Kotak Cinta Untuk Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mother, how are you today?
Here is a note from your daughter
With me everything is ok
Mother, how are you today?
Mother, don’t worry, I’m fine
Promise to see you this summer
This time there will be no delay
Mother, how are you today?

***

Hari-hariku di kampus di penuhi dengan kegiatan di orgamawa. Ditambah dengan jadwalku memberi les. Semua terasa berat, ingin rasanya aku memiliki satu hari yang khusus dihadiahkan untukku. Agar aku bisa beristirahat. Sedikit menghirup udara segar dan terbebas dari rutinitas dunia kampus. Aku adalah mahasiswi kos di dekat kampus. Rumahku yang jauh membuatku selalu rindu dengan kedua orang tuaku. Terutama ibu. Kini, aku belajar mengatur rumah kecil, dapur dan keuanganku.

Otak seperti dikuras habis untuk memikirkan kuliyah, organisasi, les, kebutuhan, tugas dan seabrek catatan-catatan hidupku yang harus aku pikirkan. Seolah-olah, otak ini sudah mendidih. Layaknya satan kelapa, yang masih saja dipaksa diambil santannya. Seperti aku yang selalu memaksa otakku untuk terus berpikir dan berpikir. Bagaimana hidupku terus berjalan dan maju ke depan.

Rasa capek dan bosan sering membuat sikap malas menghinggapiku. Tapi, aku selalu mencoba menepisnya. Aku tak ingin perjuangan orang tuaku di desa dengan bekerja keras sia-sia hanya karen
... baca selengkapnya di Kotak Cinta Untuk Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 03 Mei 2016

Batang Gelagah

Batang Gelagah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sebatang gelagah di bibir sebuah telaga bening. Ia bergoyang meliuk ke sana ke mari menuruti irama hembusan angin sepoi. Ia cuman sebatang saja. Yang lain telah lama layu dan mati, sedangkan yang baru belum lagi muncul. Namun dalam kesendiriannya ia bergerak, ia meliuk tanpa keluh dan kesah.

Ketika ia menunduk, ia melihat bayangan dirinya di beningnya telaga biru, dirinya yang berada dalam hening namun tak merasa sepi. Ia melihat dirinya yang sedang menari penuh senyum bersama hembusan angin segar. Tak ada penonton yang memberikan tepukan meriah, tak ada suara sorakan gempita. Tak ada aku dan anda yang memperhatikannya. Namun ia tetap meliuk. Ia tetap menari. Ia menari untuk mensyukuri hadiah hari ini dan hari kemarin. Ia mempersembahkan tariannya hari ini buat hari esok.

Betapa sering aku menantikan orang lain memberikan kata-kata peneguhan yang tak pernah muncul. Betapa sering aku melimpahkan semua masyalahku pada sesuatu di luar diriku. Betapa aku sering lupa, kalau aku harus mengerti diriku sendiri lebih dari pada dimengerti oleh orang lain, bahwa aku harus mencintai diriku sendiri lebih dahulu sebelum aku dicintai orang lain. Aku harus belajar menari - seperti batang gelagah di bibir telaga itu - walau tak seorangpun bertepuk tangan memberikan sorakan.

Terima kasih batang gelagah yang gemulai, yang hidup dalam jangka yang cuman sebentar. Namun engkau telah mengajarka
... baca selengkapnya di Batang Gelagah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 01 Mei 2016

Sedekah Buntut Singkong

Sedekah Buntut Singkong Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ada seorang penjual gorengan bernama Sutikno yang punya kebiasaan menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Sebelum pulang ke rumah, dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering bermain di dekat tempatnya mangkal.

Tanpa terasa sudah dua puluh empat tahun Sutikno menjalani bisnis jual gorengannya tanpa ada perubahan yang berarti, masih mangkal di tempat yang sama dengan omset penjualan yang tidak berubah pula. Suatu hari datang seorang pria dengan penampilan elegan dan membawa mobil mewah berhenti di depan gerobaknya sambil bertanya,”Ada gorengan buntut singkong Bang?” “Kagak ada mas! Yang ada pisang sama singkong goreng”, balas Sutikno. “Saya kangen ama buntut singkongnya. Dulu waktu kecil dan ketika ayah saya baru meninggal tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman mengejek saya karena tidak bisa beli jajan. Saya waktu itu lalu lalang di depan gerobak abang, lalu abang memanggil saya dan memberi sepotong buntut singkong goreng,” ujar pria itu.

Sutikno terpera
... baca selengkapnya di Sedekah Buntut Singkong Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 28 April 2016

Wiro Sableng #56 : Ratu Mesum Bukit Kemukus

Wiro Sableng #56 : Ratu Mesum Bukit Kemukus Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Desa Kenconowengi yang malam itu sebelumnya tenggelam dalam udara sejuk dan kesunyi-senyapan mendadak saja berubah menjadi hingar bingar. Di sebelah utara tampak kobaran api membakar dua buah rumah. Di sebelah timur terdengar pekik jerit orang-orang yang ketakutan. Lalu ada suara derap kaki kuda. Terdengar suara kentongan bersahutan beberapa kali lalu senyap. Di jurusan lain terengar teriakan-teriakan orang sambil berlarian bercampur aduk dengan jeit tangis anak-anak dan orang-orang perempuan.

"Lari! Lari! Gerombolan Warok Ijo menyerbu! Selamatkan diri ke lembah! Lari...!"

Derap kaki kuda datang menyerbu. Dua bilah golok panjang berkelebat. Dua orang penduduk yang barusan berteriak roboh ke tanah. Darah muncrat dari tubuh keduanya. Yang pertama langsung meregang nyawa dangan leher hampir putus. Kawannya yang terkapar di sebelahnya, sesaat masih tampak menggeliat sambil pegangi dadanya yang robek besar, lalu diam tak berkutik lagi tanda nyawanyapun sudah putus.

Gender Kumboro, kepala desa Kenconowengi yang tengah terbaring sakit diserang demam panas, dengan susah payah turun
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #56 : Ratu Mesum Bukit Kemukus Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 15 April 2016

When The Caterpillar Fly

When The Caterpillar Fly Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Hidup. Sesuatu yang harus kujalani karena paksaan waktu yang terus mendorongku maju.”
- Reina

Raja langit perlahan-lahan mulai keluar dari persembunyiannya. Menciptakan gradasi warna sisa langit malam dipadu dengan sinar merah kekuningannya yang sangat indah dan selalu memberi kesan kagum bagi setiap orang yang melihatnya. Namun sayang, hanya segelintir orang saja yang benar-benar memahami betapa indah dan berharganya peristiwa harian itu.
Kuhembuskan napas perlahan. “Baiklah, lembaran baru untuk permainan kejam ini telah dimulai” Gumamku. Ya! Permainan kejam sang waktu yang terus memaksa maju tanpa pernah memikirkan keadaanku. Sudah bertahun-tahun aku hidup di dunia tapi sampai saat ini aku masih belum mengerti apa itu waktu dan makna kehidupan.

Hidup. Apa itu hidup? Untuk apa aku hidup? Apa yang akan aku kejar dalam hidup ini? Semua seperti gelap. Seakan-akan hidupku tak bertujuan, tak bercita cita. Semua berlari menuju cita citanya sedangkan aku hanya terdiam melihat mereka berlari dengan semangatnya demi cita-cita mereka tersebut. Entahlah. Aku tak mempunyai hal yang istimewa dalam hidup ini. Aku merasa hidup ini hanya garis datar yang entah akan berjalan kemana. Walaupun kita harus bersyukur atas semua yang diberikanNya, tapi aku selama ini hanya menjalani apa yang di depan dan apa yang ada. Aku tak tahu nanti akan menjadi apa. Intinya dalam hidup ini aku hanya mempunyai satu kata yaitu “jalan”. Aku akan terus
... baca selengkapnya di When The Caterpillar Fly Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu